Namun bagaimana dengan masyarakat awam?
Sekadar mengingatkan, kunci untuk menghindari berkembangbiaknya nyamuk Aides aegepty adalah tidak membiarkan adanya air tergenang, yang banyak terjadi saat musim hujan.
Iklan layanan masyarakat yang terus ditayangkan di TV mengingatkan tentang cara mencegah demam berdarah: menguras, mengubur, dan membersihkan.
Namun, untuk bisa berhasil mencegah penularan penyakit ini, yang Anda perlu bersihkan bukan hanya lingkungan sekitar rumah Anda saja. Demam berdarah adalah penyakit lingkungan. Risiko penularannya jauh lebih luas, seluas kemampuan nyamuk pembawanya terbang.
Siklus hidup virusnya sendiri bertahan selama tujuh hari sampai dua minggu. Namun, begitu ada salah seorang warga yang terkena demam berdarah, pengasapan atau fogging hendaknya segera dilakukan sehari atau dua hari setelahnya.
Jangan lupa melindungi ruangan rumah dengan obat nyamuk, dan mengenakan lotion anti nyamuk di siang hari untuk mencegah digigit nyamuk. Terutama jika Anda memiliki anak kecil.
Gejala Demam Berdarah
Sepintas, gejala demam berdarah tidak jauh berbeda dengan demam biasa. Namun, suhu tubuh pada demam berdarah itu ibarat menaiki pelana kuda, naik turun.Tanda dan gejala penyakit DHF (Dengue Hemorrhagic Fever) adalah :
- Meningkatnya suhu tubuh (demam tinggi selama 5 – 7 hari
- Mual, muntah, tidak ada nafsu makan, diare, konstipasi.
- Nyeri kepala menyeluruh atau berpusat pada daerah belakang mata
- Perdarahan terutama perdarahan bawah kulit, mimisan, gusi berdarah, muntah darah, bab hitam encer
- Nyeri otot, tulang sendi, dan ulu hati.
- Pembengkakan sekitar mata.
- Pembesaran hati, limpa, dan kelenjar getah bening.
- Tanda-tanda renjatan (kebiruan, kulit lembab dan dingin, tekanan darah menurun, gelisah, nadi cepat dan lemah).
Karena itu saya selalu mengingatkan pada pasien, jika demam lebih dari tiga hari segeralah mengecek darah, agar bisa diketahui secara pasti penyebabnya.
Gejala lain pada demam berdarah adalah terjadinya pendarahan. Bisa dari hidung yakni mimisan, atau gusi yang berdarah spontan. Saat BAB pun, feses yang keluar biasanya berwarna hitam dan encer.
Pendarahan yang terjadi pada penderita DBD adalah karena menurunnya jumlah trombosit, yang berfungsi untuk membekukan darah. Normalnya, trombosit di tubuh kita berjumlah 150.000-450.000. Jika saat periksa darah, trombosit berada pada kisaran kurang dari 150.000, sudah harus diwaspadai kemungkinan demam berdarah.
Jika jumlah trombosit di bawah 100 ribu, maka sudah positif kena DBD. Namun, selain trombosit ada pemeriksaan lab yang perlu diperhatikan yaitu hematokrit, dan ada lab lainnya yang diperlukan untuk penegakkan diagnosa yang lebih pasti, yaitu pemeriksaan NS-1 dan IgG IgM anti dengue.
Pasien DBD juga berisiko mengalami pembengkakan pada hati, karena itu kadang sering merasa mual. Dan karena mudahnya terjadi pendarahan, pasien juga harus mengonsumsi makanan yang lunak. Hal ini untuk mencegah terjadinya pendarahan pada usus.
Anak yang terkena DBD bisa mengalami pembesaran hati dan munculnya cairah di dalam paru-paru yang dapat membuat pasien sesak. Hal ini karena terjadinya hemokonsentrasi, yaitu (peningkatan hematokrit >20%) menunjukkan atau menggambarkan adanya kebocoran (perembesan) plasma darah ke cairan ekstra seluler.
Terjadinya trobositopenia, menurunnya fungsi trombosit dan menurunnya faktor koagulasi (protombin dan fibrinogen), merupakan faktor penyebab terjadinya perdarahan hebat , terutama perdarahan saluran cerna.
Jika tidak segera ditangani, penderita DBD bisa mengalami penurunan kesadaran yang dapat berujung pada DSS (Dengue shock syndrome). Pada anak usia di bawah 15 tahun, banyak terjadi kematian akibat DBD.

0 Response to "Mencegah dan Menangani Demam Berdarah"
Posting Komentar